Jumat, 05 Februari 2010

TEKANAN DUKUNG TANAH PADA DASAR PONDASI

Distribusi tekanan dukung tanah terhadap pondasi tergantung pada bagaimana beban dari kolom atau dinding diteruskan ke slab fondasi, dan bergantung pula pada derajat kekuatan pondasi. Tanah di bawah fondasi dianggap merupakan material elastis homogen dan pondasinya dianggap kaku seperti halnya jenis-jenis pondasi yang banyak dijumpai. Dengan demikian tekanan dukung tanah dapat dipandang terdistribusi merata apabila beban reaksinya mempunyai titik tangkap yang melalui sumbu slab pondasi., maka distribusi tekanan tanah akan terbetuk trapezoid sebagai akibat kombinasi momen lentur dan gaya aksial. Download artikel selengkapnya di sini

BEBAN DAN REAKSI

Berdasarkan pembahasan diatas, jelas diperlukan asumsi-asumsi yang benar didalam mengevaluasi semua gaya gabungan yang bekerja pada fondasi. Slab fondasi tersebut harus dirancang untuk mampu menahan semua beban rencana dan reaksi-reaksi yang dapat terdiri atas gaya aksial, geser dan momen yang harus ditahan oleh dasar fondasi.

Sesudah tekanan tanah yang diizinkan diperoleh berdasarkan data lapangan yang ada, prinsip-prinsip mekanika tanah, dan peraturan setempat, ukuran fondasi dihitung berdasarkan atas beban kerja (anfactored loads) yang dapat terdiri atas beban mati, hidup,angin ataupun gempa. Download artikel selengkapnya di sini

MEKANISME KERUNTUHAN

Retak yang miring pada slab fondasi dapat terjadi dengan cara yang serupa dangan pada balok. Retak ini akan terstabilkan dengan dengan cara serupa dengan pada balok. Retak ini akan terstabilkan pada sekitar 65% beban batas,dan akan merambat terus dengan cepat ke sumbu netralnya. Setelah itu retak akan merambat secara perlahan-lahan ke daerah tekan sampai ada sedikit dari bagian yang tertekan mengalami keruntuhan.

Retak miring selalu terjadi di dekat beban terpusat atau reaksi kolom pada fondasi atau slab dua arah, seperti yang diperlihatkan pada gambar 1.1 (a). hal ini antara lain diakiccbatkan oleh besarnya momen lentur di sekitar muka kolom sehingga terbentuk pyramid terpancung di kaki daerah kolom. Dalam keadaan runtuh, kolom tersebut dapat terjeblos dari slabnya, yaitu apabila tidak di rancang secara baik terhadap geser (disebutjuga diagonal tarik atau geser pons). Pada Gambar1.1(b) terlihat bahwa aksi bagian slab di sekitar kolom dapat dinyatakan dengan gaya-gaya geser V1 dan V2, gaya tekan C1 dan C2, gaya tarik T1 dan T2, selain gaya-gaya internal dan aksi membran dari slab. Download artikel selengkapnya di sini

PERILAKU GESER DAN MOMEN PADA PONDASI

Untuk menyederhanakan perencanaan pondasi, pondasinya dianggap kaku dan tanah di bawahnya dianggap merupakan lapisan yang elastis. Dengan demikian distribusi tekanan tanah dapat dianggap merata atau berubah secara linier. Tegangan tanah neto yang digunakan untuk menghitung momen lentur dan gaya geser pada pondasi, dapat diperoleh dari tekanan tanah total dikurangi tegangan dari beban diatas fondasi. Apabila pondasi di bawah kolomnya dianggap sebagai lantai yang terbaik, dimana intensitas tekanan tanah neto dianggap bekerja pada slap kantilever yang ditumpu kolom, maka slap tersebut akan mengalami momen dan geser seperti halnya slap actual yang mengalami beban gravitasi. Download artikel selengkapnya di sini

JENIS - JENIS PONDASI

Menurut Heinz Frick, podasi dibedakan menjadi:
1. Pondasi langsung atau dangkal (shallow foundation) digunakan bila lapisan tanah padat dengan daya dukung yang cukup besar, letak tidak dalam yaitu
sekitar 0,8 – 1 m dibawah permukaan tanah dan pondasi ini umumnya terbuat dari batu kali.
2. Pondasi tiang yang juga disebut pondasi dalam (deep foundation), digunakan
bila lapisan tanah dengan daya dukung yang cukup kuat, terletak jauh dibawah permukaan tanah. Pondasi ini terbuat dari kayu, baja dan beton. Ukuran panjang tiang kurang dari 45 kali diameternya dan beban tiang tidak boleh melebihi daya dukungnya.
3. Pondasi paku bumi : Pondasi paku bumi diterapkan pada bangunan yang didirikan pada suatu tanahyang tidak memungkinkan landasan yang kokoh. Gaya- gaya yang diperkenankan perpaku bumi dapat diterima dengan dua cara yaitu pertama adalah paku bumi beralih yang mengalirkan beban bangunan ke suatu lapisan tanah dengan kekokohan landasan yang cukup tinggi terletak jauh dibawah permukaan tanah. Kedua paku bumi bergeserdigunakan bila lapisan tanah dengan kekokohan landasan yang cukup tinggi dan terlalu jauh terletak dibawah permukaan tanah atau sama sekali tidak ada. Pondasi paku bumi dapat dibedakan atas: paku bumi pelatak, paku bumu ini terdiri dari paku bumi telatak siap jadi atau paku bumi pelatak dibuat dari beton berisi. Paku bumi siap jadi terdiri dari kayu, baja atau beton bertulang. Paku bumi pemboran, paku bumi ini menguntungkan sekali dibandingkan dengan paku bumi pelatak. Tidak memerlukan penggerak dan hanya kaki tiga yang seerhana. Karena paku bumi tidak diletakkan maka tidak terjadi getaran jika lau paku bumi pemboran dijadikan paku bumi beralih, maka hanya memperbesar lubang pada bagian kaki dengan alat – alat khusus sehingga paku bumi akan kuat dan berbentuk seperti bawang Bombay. Download artikel selengkapnya di sini