Kamis, 10 Juni 2010

Pengantar Teknologi Pertanian

Ilmu Teknik Pertanian adalah Ilmu yang mempelajari penguasaan dan pemanfaatan bahan dan tenaga alam untuk pengembangan daya karya manusia dalam bidang pertanian demi kesejahteraan umat manusia.
Nah, buat temen-temen yang mau materi kuliah Pengantar Teknologi Pertanian selengkapnya, download disini.

Jumat, 05 Februari 2010

CONTOH KASUS PEMBUATAN PONDASI

FONDASI EMPAT PERSEGI PANJANG
Fondasi empat persegi panjang biasanya digunakan di tempat dengan ruang terbatas.Perencanaan fondasi jenis ini sangat mirip dengan yang diterapkan pada bentuk telapak bujur sangkar sebagaimana yang telah dibahas terdahulu. Pengecualian pokok adalah bahwa perhitungannya dilakukan terpish pada setiap arah kerja.Pada fondasi telapak dengan arah kerja,analisis geser dilakukan dengan cara biasa,sedang pada fondasi dengan satu arah kerja pemeriksaanya hanya dikerjakan arah melintang sisi pendek saja. Momen lentur diperhitungkan terpisah untuk masing-masing arah,sehingga masing-masing mempunyai kebutuhan luas penampang batang tulangan baja tersendiri. Batang tulangan baja arah memanjang diletakan dibawah tulangan baja ke arah melebar sedemikian rupa hingga tinggi efktifnya lebih besar untuk mendukung beban momen lentur yang lebih besar pada arah itu.
Pada fondasi telapak empat persegi panjang,pemasangan dan penyebaran penulangan berbeda dengan yang dilaksanakan pada fondasi telapak bujur sangkar (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.8.4 ayat 4).Batang tulangan ke arah memanjang disusun dan disebar merata di sepanjang lebar fondasi, sedangkan sebagian dari batang tulangan yang diperlukan ke arah melebar pada suatu rentang di bagian tengah yang panjangnya sama dengan lebar fondasi.Bagian dari tulangan ke arah lebar yang ditempatkan di dalam. Download artikel selengkapnya di sini

FAKTOR – FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERENCANAAN PONDASI

a.Keadaan dan Jarak Antara Pondasi Telapak
Pondasi telapak seharusnya diletakkan dibawah:
1.Garis beku
2.Daerah yang punya perubahan volume besar karena fluktuasi uap air
3.Tanah lapisan atas atau bahan organic
4.Gambut dan kotoran bangunan
5.Bahan tak terkonsolidasi seperti tempat sampah yang tak terurus dan daerah terurus yang serupa.

Pondasi telapak seharusnya ditempatkan dibawah garis beku karena naiknya dasar galian yang mungkin dari bangunan dank arena pembekuan dan pencairan tanah yang bergantian cenderung mempertahankannya didalam suatu keadaan tak terkonsolidasi. Akan tetapi selain dari pertimbangan bahwa tanah mungkin lepas, pondasi telapak bagian sebelah dalam dapat ditempatkan pada kedalaman yang memudahkan karena panas bangunan harus mengendalikan pembekuan. Ekstrimitas cuaca baru dapat diperoleh dari cacatan cuaca sebagai suatu pemeriksaan bahwa siklus cuaca dingin yang mungkin tidak akan menambah kedalaman pembekuan.

Tanah yang mengandung lempung cenderung menyusut pada pengeringan dan mengembung bila basah. Pada umumnya semakin rendah batas penyusutan dan semakin besar perbedaan nilai indek palstisitas, maka semakin mungkin terjadinya perubahan volume (Tabel 7.1) dan semakin besar jumlah perubahan seperti itu. Perubahan – perubahan volume ini dapat dihasilkan oleh pengeringan tanah setelah bangunan didirikan. Download artikel selengkapnya di sini

PROSEDUR OPRASIONAL UNTUK DESAIN PONDASI

Berikut dicantumkan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk merancang pondasi dan jarak penulangan pada pondasi
1.Tentukan kapasitas dukung yang diizinkan untuk tanah berdasarkan data tes bor tanah dan penyelidikan tanah lainnya.
2.Tentukan beban-beban kerja dan momen lentur yang bekerja pada dasar kolom, yang berasal dari superstruktur. Tentukan kombinasi momen dan beban kerja yang paling menentukan.
3.Hitunglah luas fondasi yang diperlukan dengan membagi beban kerja total yang menentukan dengan kapasitas dukung tanah yang telah ditentukan apabila beban-bebannya sentries. Apabila ada kombinasi beban yang menentukan dengan momen lentur, maka perhitungkan adanya kontribusi tegangan lentur.
4.Hitung momen dan beban untuk kondisi pembebanan yang paling menentukan dan cari harga kekuatan nominal yang diperlukan dengan membagi beban dan momen rencana dengan factor reduksi kekuatan  yang sesuai.
5.Dengan coba-coba dan penyesuaian tentukan tebal efektif d penampang yang cukup memenuhi persayaratan geser pons pada penampang sejauh d dari muka tumpuan untuk aksi satu arah, dan pada jarak d/2 untuk aksi dua arah, sedemikian tebalnya sehingga terpenuhi Vc = 2(f’c)0,5bwd untuk aksi satu arah dan Vc = (2+4/c) (f’c)0,5b0d untuk aksi dua arah dimana bw adalah lebar fundasi untuk aksi satu arah dan bo adalah keliling bidang gagal untuk aksi dua arah. Gunakan harga d rata-rata karena ada dua harga d yang diperoleh dari dua arah tulangan. Apabila fundasi tersebut segi empat, cek kapasitas geser balok untuk masing-masing arah pada jarak d dari muka kolom. Download artikel selengkapnya di sini

TINJAUAN DESAIN TERHADAP GESER

Perilaku pondasi terhadap geser tidak berbeda pada balok dan slab. Dengan demikian prinsip-prinsip dan persamaan-persamaan mengenai geser dan tarik diagonal dapat digunakan dalam desain pondasi. Kekuatan geser slab dan pondasi disekitar kaki kolom ditentukan oleh kondisi yang paling berbahaya diantara kedua kondisi berikut :

9.1. Aksi Balok
Penampang kritis terhadap geser pada slab dan fondasi dianggap terletak pada suatu bidang melintang seluruh lebar, dan terletak pada jarak d dari muka reaksi terpusat. Dalam hal demikian, apabila hanya geser dan lentur yang berkerja, kekuatan geser pada penampang tersebut adalah : Download artikel selengkapanya di sini