Satu lagi karya anak bangsa, sekian lama ditunggu,, akhirnya software KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia) bisa kita nikmati secara offline. Sekarang kita gak perlu susah2 nenteng kitab tebal yg disebut KBBI tersebut. Dibanding versi online Kamus ini mempunyai beberapa keunggulan, dan selain itu Kamus ini Gratis (freeware) dan bebas disebarluaskan dengan syarat tidak mengubah software. Database diambil dari website dengan otomatisasi program yang juga dibuat dengan Delphi 7 personal. KBBI v1.1 ini bersifat portable sehingga tinggal download dan jalankan, tanpa perlu install.
Silahkan download software KBBI disini.
Sabtu, 11 September 2010
Senin, 06 September 2010
Cari Jurnal Internasional
Hmmm,,,
Liburan gini orang-orang pada pulang (baca:mudik), aq sendirian deh jadi penunggu kost.
Daripada bengong, mending posting blog.
Pengalaman emang guru yg terbaik. Aq sebelumnya kesulitan cari jurnal internasional yg full text.
Meskipun dapet, kendalanya satu, BERBAYARRR... Ampun deh...
Iseng2 cari di om Google, eh dapet ne cara cari jurnal full text. Dan yg terpenting, GRATIS.
Udah puas dapet jurnal banyak,, aq kepikiran temen2ku. Mereka jg susah cari jurnal. So, aq tulis ulang deh artikelnya. Buat temen2 silahkan deh download caranya disini.
Semoga bermanfaat.
Liburan gini orang-orang pada pulang (baca:mudik), aq sendirian deh jadi penunggu kost.
Daripada bengong, mending posting blog.
Pengalaman emang guru yg terbaik. Aq sebelumnya kesulitan cari jurnal internasional yg full text.
Meskipun dapet, kendalanya satu, BERBAYARRR... Ampun deh...
Iseng2 cari di om Google, eh dapet ne cara cari jurnal full text. Dan yg terpenting, GRATIS.
Udah puas dapet jurnal banyak,, aq kepikiran temen2ku. Mereka jg susah cari jurnal. So, aq tulis ulang deh artikelnya. Buat temen2 silahkan deh download caranya disini.
Semoga bermanfaat.
Label:
cari,
full text,
ilmiah,
internasional,
jurnal,
teknik pertanian
Kamis, 10 Juni 2010
Pengantar Teknologi Pertanian
Ilmu Teknik Pertanian adalah Ilmu yang mempelajari penguasaan dan pemanfaatan bahan dan tenaga alam untuk pengembangan daya karya manusia dalam bidang pertanian demi kesejahteraan umat manusia.
Nah, buat temen-temen yang mau materi kuliah Pengantar Teknologi Pertanian selengkapnya, download disini.
Nah, buat temen-temen yang mau materi kuliah Pengantar Teknologi Pertanian selengkapnya, download disini.
Jumat, 05 Februari 2010
CONTOH KASUS PEMBUATAN PONDASI
FONDASI EMPAT PERSEGI PANJANG
Fondasi empat persegi panjang biasanya digunakan di tempat dengan ruang terbatas.Perencanaan fondasi jenis ini sangat mirip dengan yang diterapkan pada bentuk telapak bujur sangkar sebagaimana yang telah dibahas terdahulu. Pengecualian pokok adalah bahwa perhitungannya dilakukan terpish pada setiap arah kerja.Pada fondasi telapak dengan arah kerja,analisis geser dilakukan dengan cara biasa,sedang pada fondasi dengan satu arah kerja pemeriksaanya hanya dikerjakan arah melintang sisi pendek saja. Momen lentur diperhitungkan terpisah untuk masing-masing arah,sehingga masing-masing mempunyai kebutuhan luas penampang batang tulangan baja tersendiri. Batang tulangan baja arah memanjang diletakan dibawah tulangan baja ke arah melebar sedemikian rupa hingga tinggi efktifnya lebih besar untuk mendukung beban momen lentur yang lebih besar pada arah itu.
Pada fondasi telapak empat persegi panjang,pemasangan dan penyebaran penulangan berbeda dengan yang dilaksanakan pada fondasi telapak bujur sangkar (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.8.4 ayat 4).Batang tulangan ke arah memanjang disusun dan disebar merata di sepanjang lebar fondasi, sedangkan sebagian dari batang tulangan yang diperlukan ke arah melebar pada suatu rentang di bagian tengah yang panjangnya sama dengan lebar fondasi.Bagian dari tulangan ke arah lebar yang ditempatkan di dalam. Download artikel selengkapnya di sini
Fondasi empat persegi panjang biasanya digunakan di tempat dengan ruang terbatas.Perencanaan fondasi jenis ini sangat mirip dengan yang diterapkan pada bentuk telapak bujur sangkar sebagaimana yang telah dibahas terdahulu. Pengecualian pokok adalah bahwa perhitungannya dilakukan terpish pada setiap arah kerja.Pada fondasi telapak dengan arah kerja,analisis geser dilakukan dengan cara biasa,sedang pada fondasi dengan satu arah kerja pemeriksaanya hanya dikerjakan arah melintang sisi pendek saja. Momen lentur diperhitungkan terpisah untuk masing-masing arah,sehingga masing-masing mempunyai kebutuhan luas penampang batang tulangan baja tersendiri. Batang tulangan baja arah memanjang diletakan dibawah tulangan baja ke arah melebar sedemikian rupa hingga tinggi efktifnya lebih besar untuk mendukung beban momen lentur yang lebih besar pada arah itu.
Pada fondasi telapak empat persegi panjang,pemasangan dan penyebaran penulangan berbeda dengan yang dilaksanakan pada fondasi telapak bujur sangkar (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.8.4 ayat 4).Batang tulangan ke arah memanjang disusun dan disebar merata di sepanjang lebar fondasi, sedangkan sebagian dari batang tulangan yang diperlukan ke arah melebar pada suatu rentang di bagian tengah yang panjangnya sama dengan lebar fondasi.Bagian dari tulangan ke arah lebar yang ditempatkan di dalam. Download artikel selengkapnya di sini
FAKTOR – FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERENCANAAN PONDASI
a.Keadaan dan Jarak Antara Pondasi Telapak
Pondasi telapak seharusnya diletakkan dibawah:
1.Garis beku
2.Daerah yang punya perubahan volume besar karena fluktuasi uap air
3.Tanah lapisan atas atau bahan organic
4.Gambut dan kotoran bangunan
5.Bahan tak terkonsolidasi seperti tempat sampah yang tak terurus dan daerah terurus yang serupa.
Pondasi telapak seharusnya ditempatkan dibawah garis beku karena naiknya dasar galian yang mungkin dari bangunan dank arena pembekuan dan pencairan tanah yang bergantian cenderung mempertahankannya didalam suatu keadaan tak terkonsolidasi. Akan tetapi selain dari pertimbangan bahwa tanah mungkin lepas, pondasi telapak bagian sebelah dalam dapat ditempatkan pada kedalaman yang memudahkan karena panas bangunan harus mengendalikan pembekuan. Ekstrimitas cuaca baru dapat diperoleh dari cacatan cuaca sebagai suatu pemeriksaan bahwa siklus cuaca dingin yang mungkin tidak akan menambah kedalaman pembekuan.
Tanah yang mengandung lempung cenderung menyusut pada pengeringan dan mengembung bila basah. Pada umumnya semakin rendah batas penyusutan dan semakin besar perbedaan nilai indek palstisitas, maka semakin mungkin terjadinya perubahan volume (Tabel 7.1) dan semakin besar jumlah perubahan seperti itu. Perubahan – perubahan volume ini dapat dihasilkan oleh pengeringan tanah setelah bangunan didirikan. Download artikel selengkapnya di sini
Pondasi telapak seharusnya diletakkan dibawah:
1.Garis beku
2.Daerah yang punya perubahan volume besar karena fluktuasi uap air
3.Tanah lapisan atas atau bahan organic
4.Gambut dan kotoran bangunan
5.Bahan tak terkonsolidasi seperti tempat sampah yang tak terurus dan daerah terurus yang serupa.
Pondasi telapak seharusnya ditempatkan dibawah garis beku karena naiknya dasar galian yang mungkin dari bangunan dank arena pembekuan dan pencairan tanah yang bergantian cenderung mempertahankannya didalam suatu keadaan tak terkonsolidasi. Akan tetapi selain dari pertimbangan bahwa tanah mungkin lepas, pondasi telapak bagian sebelah dalam dapat ditempatkan pada kedalaman yang memudahkan karena panas bangunan harus mengendalikan pembekuan. Ekstrimitas cuaca baru dapat diperoleh dari cacatan cuaca sebagai suatu pemeriksaan bahwa siklus cuaca dingin yang mungkin tidak akan menambah kedalaman pembekuan.
Tanah yang mengandung lempung cenderung menyusut pada pengeringan dan mengembung bila basah. Pada umumnya semakin rendah batas penyusutan dan semakin besar perbedaan nilai indek palstisitas, maka semakin mungkin terjadinya perubahan volume (Tabel 7.1) dan semakin besar jumlah perubahan seperti itu. Perubahan – perubahan volume ini dapat dihasilkan oleh pengeringan tanah setelah bangunan didirikan. Download artikel selengkapnya di sini
Label:
faktor,
faktor perencanaan pondasi,
perencanaan,
pondasi
Langganan:
Postingan (Atom)