Tampilkan postingan dengan label bangunan pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bangunan pertanian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2010

PEMILIHAN SISTEM PONDASI

Pondasi berfunsgi untuk menyangga beban bangunan itu sendiri dan beban yang ada didalamnya sehingga harus kuat dan tahan lama. Sistem pondasi bangunan pertanian dipilih yang sesuai dengan kondisi tanah dasarnya dan konstruksinya harus cukup kuat dan kokoh untuk menerima beban diatanya dan melimpahkan kepada tanah dasar dibawahnya. Selain ditentukan oleh factor – factor teknis, system dan konstruksi pondasi juga dipilih yang ekonomis, yaitu yang biaya pembangunannya murah dan pemeliharaannya rendah tanpa mengurangi kekokohan konstruksi bangunan keseluruhannya. Besarnya biaya pembuatan pondasi dipengaruhi antara lain oleh:

a. Galian tanah (volume, jenis tanah)

b. Pengeringan lubang pondasi

c. Pemancangan tiang kalau digunakan pondasi tiang

d. Harga bahan dari pondasi

e. Pengankutan bahan pondasi

f. Upah tenaga kerja

Untuk dapat memilih dan menentukan system dan konstruksi pondasi diadakan penelitian mengenai sifat – sifat fisik dan mekanis tanah dasarnya, dan juga keadaan air tanahnya. Pemilihan jenis pondasi memerlukan pengetahuan cukup tentang sifat dan kelakuan tanah dasar, konstruksi pondasi, cara – cara pelaksanaan pembuatan pondasi, bahan bangunan dan perhitungan kekokohan serta stabilitas, namun dalam banyak hal, pengalaman berperan penting pada penentuan pilihannya. Download artikel selengkapnya di sini

Kamis, 04 Februari 2010

PONDASI

Semua konstruksi yang direkayasa untuk bertumpu pada tanah harus didukung oleh suatu pondasi. Pondasi ialah bagian dari suatu system rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang oleh pondasi dan beratnya sendiri kepada dan kedalam tanah dan batuan yang terletak dibawahnya. Tegangan – tegangan tanah yang dihasilkan kecuali pada permukaan tanah merupakan tambahan kepada beban – beban yanga sudah ada dalam massa tanah dari bobot sendiri bahan dan sejarah geologisnya. Beban-beban kumulatif dari lantai superstuktur di terima oleh fondasi (substruktur) yang berhubungan langsung dengan tanah. Fungsi fondasi tersebut adalah untuk dengan aman meneruskan reaksi terpusat dari kolom dan atau dinding ataupun beban-beban lateral dari dinding penahan tanah, ke tanah, tanpa terjadinya penurunan tak-sama (differential settlemen) pada system strukturnya, juga tanpa terjadinya keruntuhan pada tanah. Mempondasi bangunan pertanian seluruhnya tergantung dari susunan tanah setempat. Tanah harus mampu mendukung dan menopang beban setiap konstruksi yang direncanakan diatas tanah tersebut tanpa suatu gegagalan geser dan dengan lendutan pampat yang dihasilkan dapat ditelorir untuk konstruksi tersebut. Sebuah pondasi bangunan pertanian haruslah memadai supaya konstruksi tersebut mempunyai daya guna yang memuaskan dan supaya aman ditempati. Download artikel selengkapnya di sini

Sabtu, 30 Januari 2010

Desain Kubah

Kubah merupakan salah satu bentuk konstruksi yang paling tua, merupakan sebuah elemen tetap dalam arsitektur . Kubah itu memungkinkan ditutupnya ruang secara maksimum dengan permukaan minimum dan biaya bahan yang diperlukan untuk konstruksi dapat dipertahankan murah.

Berkat lengkung gandanya kubah merupakan salah satu bentuk yang paling cocok sebagai penutup ruang yang besar.

Perkembangan kubah berkaitan erat dengan perkembangan bahan. Kubah antik pada masa itu dibuat dari batu-batuan atau batu alam. Banyaknya tiupan angin dan pengukuh , sering dinamakn juga dengan hutan balok. Umumnya banyak ditemukan di daerah Meksiko, Spanyol, Italia yaitu tempat terdapatnya banyak tenaga murah.

Menurut ciri konstruksi , kubah dibagi dalam empat kategori:

  1. Kubah terali satu tipis, titik simpul terali terdapat pada permukaan kubah.
  2. Kubah terali dua lapis, titik simpul terali terdapat pada dua permukaan sepusat. Kubah ini dipakai untuk menutup permukaan yang luas.
  3. Kubah terali dengan permukaan menunjang, bersama dengan rangka , pelapis penutup rangka secara aktif menunjang daya tahan terhadap gaya luar.
  4. Kubah lipat, sistem penyanggah kubah terdiri atas pelat lipat disatukan pada sisinya.

Kebanyakan kubah yang dibuat adalah prefab, tidak banyak membutuhkan panjang batang yang berbeda. Batang ini dirakit dengan bantuan komponen yang disesuaikan yang merupakan titik simpul terali.

Desain kubah mendapat sukses besar pada abad 18 dan 19 di Perancis dan jerman. Namun pada awalnya konstruksi ini di awali di amerika serikat oleh konstruktor Amerika yaitu R. Buckminster Fuller yang menciptakan sebuah kubah geodesik yang luar biasa.

Kebanyakan kubah terdiri atas sebuah seri setengah kuda-kuda terali, rusuk bawah biasanya lurus, rusuk atas mengikuti lengkung kubah. Setengah kuda-kuda ini bertumpu di satu ujung pada sebuah tembok melingkar dengan bantuan sebuah sendi , pada ujung lain (ditengah-tengah) setengah kuda-kuda ini bertopang pada sebuah cincin bundar terali. Untuk kubah kecil , cincin tengah dan lentera tidak ada, setengah kuda-kuda langsung dirakit antara yang satu dengan yang lain. Pada bangunan jenis ini tidak adad tekanan horisontal yang berarti meskipun bentuk luarnya melengkung namun dasar kubah diperkaku oleh sebuah cincin pengikat segi enam. Download artikel selengkapnya di sini

Desain Struktural Bangunan

Bahan konstruksi gudang sangat berpengaruh terhadap keadaan dalam gudang

  1. Atap , atap yang putih sangat menguntungkan, cahaya langsung harus dihindari karena dikenakan temperatur pada bagian atas akan sangat besar.
  2. Dinding, beton dan batu dengan jenis yang tinggi akan membuat temperatur dalam gudang lebih seragam dibandingkan memakai dinding dari plat logam
  3. Pintu, lubang lubang angin dan pintu harus tahan terhadap tikus
  4. Beban biji, beban biji yang berat mengharuskan konstruksi fondasi menjadi yang lebih kuat. Download artikel selengkapnya di sini

Bangunan Pertanian

Bangunan pertanian adalah suatu usaha untuk membuat suatu konstruksi atau desain yang dipergunakan dan daplikasikan untuk keperluan di bidang pertanian. Bangunan pertanian berbeda dengan bangunan sipil, perbedaan tersebut disebabkan oleh keterkaitan di dalam obyek yang akan dibangun. Bangunan pertanian lebih cenderung pada obyek pertanian baik terkait on-farm atau off farm secara umum atau pertanian secara umum.

Bangunan pertanian contohnya adalah: bangunan irigasi, bangunan green house, bangunan tempat penyimpanan hasil panen (gudang), bangunan pabrik, tempat pengolahan hasil panen. Download artikel selengkapnya di sini