Kamis, 04 Februari 2010

PONDASI

Semua konstruksi yang direkayasa untuk bertumpu pada tanah harus didukung oleh suatu pondasi. Pondasi ialah bagian dari suatu system rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang oleh pondasi dan beratnya sendiri kepada dan kedalam tanah dan batuan yang terletak dibawahnya. Tegangan – tegangan tanah yang dihasilkan kecuali pada permukaan tanah merupakan tambahan kepada beban – beban yanga sudah ada dalam massa tanah dari bobot sendiri bahan dan sejarah geologisnya. Beban-beban kumulatif dari lantai superstuktur di terima oleh fondasi (substruktur) yang berhubungan langsung dengan tanah. Fungsi fondasi tersebut adalah untuk dengan aman meneruskan reaksi terpusat dari kolom dan atau dinding ataupun beban-beban lateral dari dinding penahan tanah, ke tanah, tanpa terjadinya penurunan tak-sama (differential settlemen) pada system strukturnya, juga tanpa terjadinya keruntuhan pada tanah. Mempondasi bangunan pertanian seluruhnya tergantung dari susunan tanah setempat. Tanah harus mampu mendukung dan menopang beban setiap konstruksi yang direncanakan diatas tanah tersebut tanpa suatu gegagalan geser dan dengan lendutan pampat yang dihasilkan dapat ditelorir untuk konstruksi tersebut. Sebuah pondasi bangunan pertanian haruslah memadai supaya konstruksi tersebut mempunyai daya guna yang memuaskan dan supaya aman ditempati. Download artikel selengkapnya di sini

Senin, 01 Februari 2010

Klasifikasi Kemasan

Menurut Syarief et al (1989), kamasan dapat digolongkan berdasarkan: frekuensi pemakaian, struktur sistem kemasan, sifat kekakuan bahan kemasan, sifat perlindungan terhadap lingkungan dan tingkat kesiapan pakai.

Berdasarkan frekuensi pemakaian, maka kemasan digolongkan menjadi tiga, yaitu:

1. Kemasan sekali pakai (disposable), merupakan kemasan yang langsung dibuang setelah digunakan. Contoh: daun pisang, daun waru, untuk membungkus tempe, daun jati untuk membungkus daging segar, kantong plastik untuk es.

2. Kemasan yang dapat digunakan beberapa kali (multi trip) ), seperti botol kecap, botol bir, botol teh dalam kemasan, peti telur, peti kemas dll.

3. Kemasan yang tidak dibuang atau digunakan kembali oleh konsumen (semi disposal). Wadah atau kemasan produk biasanya tidak dikembalikan ke produsen melainkan digunakan untuk wadah sesuatu oleh konsumen atau dibuang begitu saja. Contoh: kaleng susu bubuk dan beberapa jenis botol yang menarik bagi konsumen. Download artikel selengkapnya di sini

Sabtu, 30 Januari 2010

Fungsi dan Peranan Kemasan

Fungsi paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi produk dari kerusakan-kerusakan, sehingga lebih mudah disimpan, diangkut dan dipasarkan. Secara umum fungsi pengemasan pada bahan pangan adalah :

a. Mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga kekonsumen, agar produk tidak tercecer, terutama untuk cairan, pasta atau butiran.

b. Melindungi dan mengawetkan produk, seperti melindungi dari sinar ultraviolet, panas, kelembaban udara, oksigen, benturan, kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk.

c. Sebagai identitas produk, dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan.

d. Meningkatkan esiensi, misalnya: memudahkan penghitungan (satu kemasan berisi 10, 1 lusin, 1 gross dan seterusnya), memudahkan pengiriman dan penyimpanan. Hal ini penting dalam dunia perdagangan.

e. Melindungi pengaruh buruk dari produk di dalamnya, misalnya jika produk yang dikemas berupa produk yang berbau tajam, atau produk berbahaya seperti air keras, gas beracun dan produk yang dapat menularkan warna, maka dengan mengemas produk dapat melindungi produk- produk lain di sekitarnya. Download artikel selengkapnya di sini

Sejarah Pengemasan

Pengertian umum dari kemasan adalah suatu benda yang digunakan untuk wadah atau tempat dan dapat memberikan perlindungan sesuai dengan tujuannya. Adanya kemasan dapat membantu mencegah/mengurangi kerusakan, melindungi bahan yang ada di dalamnya dari pencemaran serta gangguan ? sik seperti gesekan, benturan dan getaran. Dari segi promosi kemasan berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli.

Bahan atau produk pangan bila tidak dikemas dapat mengalami kerusakan akibat serangan binatang (seperti tikus), serangga (seperti kecoa), maupun mikroba (bakteri, kapang dan khamir). Kerusakan bisa terjadi mulai dari bahan pangan sebelum dipanen, setelah dipanen, selama penyimpanan, pada saat transportasi dan distribusi maupun selama penjualan. Adanya mikroba dalam bahan pangan akan mengakibatkan bahan menjadi tidak menarik karena bahan menjadi rusak, terjadi fermentasi atau ditumbuhi oleh kapang. Bakteri yang tumbuh dalam bahan pangan akan mempengaruhi kualitasnya, disamping itu ada kecenderungan menghasilkan senyawa beracun bagi konsumen (manusia), sehingga menimbulkan sakit, bahkan bisa menyebabkan kematian. Industri pangan hendaknya memproduksi bahan pangan yang memiliki kualitas bagus dan aman bila dikonsumsi. Pengemasan bahan pangan ikut berperan dalam menghasilkan produk dengan kualitas baik dan aman bila dikonsumsi. Download artikel selengkapnya di sini

Desain Kubah

Kubah merupakan salah satu bentuk konstruksi yang paling tua, merupakan sebuah elemen tetap dalam arsitektur . Kubah itu memungkinkan ditutupnya ruang secara maksimum dengan permukaan minimum dan biaya bahan yang diperlukan untuk konstruksi dapat dipertahankan murah.

Berkat lengkung gandanya kubah merupakan salah satu bentuk yang paling cocok sebagai penutup ruang yang besar.

Perkembangan kubah berkaitan erat dengan perkembangan bahan. Kubah antik pada masa itu dibuat dari batu-batuan atau batu alam. Banyaknya tiupan angin dan pengukuh , sering dinamakn juga dengan hutan balok. Umumnya banyak ditemukan di daerah Meksiko, Spanyol, Italia yaitu tempat terdapatnya banyak tenaga murah.

Menurut ciri konstruksi , kubah dibagi dalam empat kategori:

  1. Kubah terali satu tipis, titik simpul terali terdapat pada permukaan kubah.
  2. Kubah terali dua lapis, titik simpul terali terdapat pada dua permukaan sepusat. Kubah ini dipakai untuk menutup permukaan yang luas.
  3. Kubah terali dengan permukaan menunjang, bersama dengan rangka , pelapis penutup rangka secara aktif menunjang daya tahan terhadap gaya luar.
  4. Kubah lipat, sistem penyanggah kubah terdiri atas pelat lipat disatukan pada sisinya.

Kebanyakan kubah yang dibuat adalah prefab, tidak banyak membutuhkan panjang batang yang berbeda. Batang ini dirakit dengan bantuan komponen yang disesuaikan yang merupakan titik simpul terali.

Desain kubah mendapat sukses besar pada abad 18 dan 19 di Perancis dan jerman. Namun pada awalnya konstruksi ini di awali di amerika serikat oleh konstruktor Amerika yaitu R. Buckminster Fuller yang menciptakan sebuah kubah geodesik yang luar biasa.

Kebanyakan kubah terdiri atas sebuah seri setengah kuda-kuda terali, rusuk bawah biasanya lurus, rusuk atas mengikuti lengkung kubah. Setengah kuda-kuda ini bertumpu di satu ujung pada sebuah tembok melingkar dengan bantuan sebuah sendi , pada ujung lain (ditengah-tengah) setengah kuda-kuda ini bertopang pada sebuah cincin bundar terali. Untuk kubah kecil , cincin tengah dan lentera tidak ada, setengah kuda-kuda langsung dirakit antara yang satu dengan yang lain. Pada bangunan jenis ini tidak adad tekanan horisontal yang berarti meskipun bentuk luarnya melengkung namun dasar kubah diperkaku oleh sebuah cincin pengikat segi enam. Download artikel selengkapnya di sini